<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mutualfundinstitute's Weblog</title>
	<atom:link href="http://mutualfundinstitute.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mutualfundinstitute.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Nov 2007 04:52:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mutualfundinstitute.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mutualfundinstitute's Weblog</title>
		<link>http://mutualfundinstitute.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mutualfundinstitute.wordpress.com/osd.xml" title="Mutualfundinstitute&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mutualfundinstitute.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Reksa Dana, Penguasa Baru Pasar Modal ?</title>
		<link>http://mutualfundinstitute.wordpress.com/2007/11/29/reksa-dana-penguasa-baru-pasar-modal/</link>
		<comments>http://mutualfundinstitute.wordpress.com/2007/11/29/reksa-dana-penguasa-baru-pasar-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 04:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutualfundinstitute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutualfundinstitute.wordpress.com/2007/11/29/reksa-dana-penguasa-baru-pasar-modal/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Baru-baru ini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akhirnya merilis angka jumlah investor Reksa Dana (RD) yang telah mencapai 256,665, hampir menyamai jumlah investor retail saham yang ditengarai berkisar di angka 300,000. Apa makna di balik angka-angka tersebut? Adakah keterkaitan yang signifikan antara jumlah investor reksa dana dan saham ? Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutualfundinstitute.wordpress.com&amp;blog=2224565&amp;post=5&amp;subd=mutualfundinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://img408.imageshack.us/img408/3236/reksadanang0.jpg" alt="Image Hosted by ImageShack.us" border="0" height="267" width="160" /></p>
<p align="justify">Baru-baru ini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akhirnya merilis angka jumlah investor Reksa Dana (RD) yang telah mencapai 256,665, hampir menyamai jumlah investor retail saham yang ditengarai berkisar di angka 300,000.</p>
<p align="justify">Apa makna di balik angka-angka tersebut? Adakah keterkaitan yang signifikan antara jumlah investor reksa dana dan saham ? Dan bagaimana impact-nya terhadap pasar modal secara keseluruhan ?</p>
<p align="justify">Sebelum menjawab seluruh pertanyaan tersebut, penulis ingat sebuah cerita pada tahun 1950-an di Amerika. Seorang Ekonom muda keluaran University of Princeton menulis sebuah artikel ilmiah yang “besar” . “Besar” karena apa yang menjadi sasaran tulisan itu adalah kritik atas pemikiran Ekonom besar. John Maynard Keynes terhadap soal pasar Modal. Kurang lebih 2 dekade sebelumnya, Lord Keynes mengeluarkan istilah-istilah sinikal terhadap pasar modal yang ditulisnya sebagai sebuah area yang tidak lebih adalah sebuah kasino atau “whirpool of speculation” atau yang sedikit satir, “ Game of Snap, Of Old Maid. Of Musical Chair”. Sang Ekonom muda berargumen bahwa suatu ketika nanti Keynes harus menarik kembali statement-statement-nya, karena telah mengindahkan terjadinya fenomena baru pasar modal Amerika yang memberikan ruang begitu besar pada pertumbuhan apa yang disebutnya sebagai “Profesionally managed fund”, istilah yang kurang lebih dapat kita samakan dengan Reksa Dana saat ini. Kehadiran “Profesionally Managed Fund “ digambarkannya olehnya akan memberikan efek “kalem” dan tenang kepada pasar saham yang sering meledak-ledak dengan berbagai issue yang melingkupinya.</p>
<p align="justify">Ekonom muda itu, Jack Bogle , akhirnya kita kenal puluhan tahun kemudian terjun langsung ke dunia reksa dana bersematkan julukan Warren Buffet-nya Reksa Dana dengan satu buku legendaries acuan banyak investor reksa dana di seluruh dunia “Bogle on Mutual Fund’ , tidak cukup sampai di situ, dia memiliki sekaligus mengelola sebuah lembaga Fund Management terbesar kedua dunia, Vanguard. Bogle menjadi saksi hidup pembuktian kebenaran sebagian tesisnya yang dibuat 30 tahun sebelumnya. Dan hasilnya, pasar saham Amerika saat ini telah “dikuasai” oleh Reksa Dana yang memiliki 70% (berdasarkan data Federal Reserve) share atas seluruh transaksi saham yang ada ,melompat begitu jauh (hanya ~10%) ketika dia mulai pertama kali mengemukakan hipotesanya tersebut. Seiring dengan pertumbuhan investor reksa dana yang luar biasa di Amerika selama 2 dekade terakhir yang mana mereka akhirnya menjadi backbone pasar modal baik melalui seorang fund manager ataupun berinvestasi langsung di saham karena merasa masa “magang”-nya di reksa dana sudah dilewati. Dan terbukti secara empiris, pasar saham Amerika si tengah volatilitasnya yang terus ada, menunjukkan sifat yang lebih “kalem” dengan standar deviasi dari rata-rata return saham secara keseluruhan- sebagai ukuran resiko- yang lebih rendah dibandingkan masa sebelumnya.</p>
<p align="justify">Oleh karenanya, angka 256,665 bukanlah statistik biasa karena berdasarkan pengamatan penulis terhadap trend perkembangan reksadana dalam 12 tahun terakhir, merupakan kontinuitas dari pertumbuhan jumlah investor yang impresif dan relatif lebih stabil ketimbang berfluktuasinya Asset Under management . Kenyataan ini menggembirakan karena enunjukkan bahwa tidak banyak masyarakat yang “kapok” terhadap RD karena beberapa riak krisis yang menghingapinya dari krisis keuangan 1997, information disclosure, marked to market sampai yang paling gres “subprime mortgage”. Di tengah krisis Subprime mortgage yang belum selesai yang setidaknya telah mengguncangkan pasar saham, reksadana saham menunjukkan kenaikan peminat yang signifikan selama 3 tahun terakhir. Kenyataan yang menyenangkan karena semakin banyak investor RD yang tidak terlalau memusingkan “what’s going on in the market” karena pandangan mereka mulai sedikit demi sedikit bergeser terhadap investasi dari soal “timing” menjadi “planning”, alih-alih memusingkan “sub prime mortgage” di Amerika sono tetapi lebih concern kepada “KPR”-nya yang sudah harus diambil 2-3 tahun jika dana dari investasi RD sudah cukup untuk menjadi uang muka. Tidak usah kaget kalau AUM psikologis 100 Triliun Rupiah dan 500,000 investor dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalau lama dari sekarang , karena telah terjadi apa yang disebut dengan restoring trust dari investor atas peristiwa masa lalu..</p>
<p align="justify">Momentum ini harus dijaga benar oleh semua pihak karena memang ada relasi yang signifikan antara besarnya transaksi fund manager (yang bukan hedge fund) dengan mendinginnya volatilitas pasar modal. Termasuk di dalamnya pemerintah yang perlu mengkaji ulang sekali lagi kapan beleid pengenaan pajak tambahan bagi RD akan dikenakan, karena pada saat-saat seperti ini tidak ada ruginya untuk menjaga pertumbuhan RD yang stabil karena yang akan menerima manfaatnya juga dunia pasar modal secara keseluruhan. Keynes yang acap mengajukan proposal pemajakan yang intensif terhadap transaksi keuangan termasuk terhadap reksa dana, selama ini tidak terlalu banyak dihiraukan oleh otoritas keuangan di sana.</p>
<p align="justify">Ketimbang menguras tenaga untuk urusan pajak memajak. lebih baik pemerintah dan otoritas keuangan lebih fokus membersihkan pasar modal dari para bandar “bejat” dan para trader penggoreng saham yang hanya akan menjadi benalu bagi pasar modal secara keseluruhan. Kirimkan segara LH, HL atau siapapun namanya dan apapun inisialnya ke LP secepatnya untuk kepastian hukum bagi para korban bubbling saham AGIS misalnya disamping tentunya memberikan efek jera. Bukan tidak mungkin kalau itu yang terjadi, akan memuluskan RD menjadi penguasa baru pasar modal yang penulis yakin akan relatif lebih baik menjalankan fungsinya menjaga pasar modal dan para investor ketimbang penguasa-penguasa lainnya.</p>
<p align="justify">(Kontan, 16 Oktober 2007)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutualfundinstitute.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutualfundinstitute.wordpress.com&amp;blog=2224565&amp;post=5&amp;subd=mutualfundinstitute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutualfundinstitute.wordpress.com/2007/11/29/reksa-dana-penguasa-baru-pasar-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b53aa81b2b46959e70746886ce87b4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mutualfundinstitute</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img408.imageshack.us/img408/3236/reksadanang0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image Hosted by ImageShack.us</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
